
Bawang putih (Allium sativum) termasuk salah satu bumbu masakan yang paling populer. selain untuk bumbu, bawang putih juga ampuh untuk mengobati berbagai penyakit,antara lain menurunkan tekanan darah tinggi,mengurangi resiko kanker,menurunkan kadar kolesterol,mencegah penyakit jantung,serta meredakan infeksi,radang,dan pilek.
Persyaratan Tumbuh
Tanaman bawang putih dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Namun, tanah yang disukai ialah yang bertekstur lempung berpasir dengan struktur tanah gembur dan pH 5,5-7. Tanaman ini tumbuh dengan baik didaerah yang bersuhu dingin (ketinggian lokasi sekitar 900 m dpl). suhu dingin ini diperlukan tanaman terutama pada saat pembentukan dan pembesaran umbi.
Varietas
Kultivar bawang putih yang dapat digunakan adalah lumbu kuning dan lumbu hijau.dapat pula menggunakan kultivar unggul lokal yang tentunya telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat.
Penanaman
Benih ditanam dengan kedalaman 2-3 cm dan jarak tanam disesuaikan dengan ukuran siung. bila siung bobotnya lebih dari 1,5 g maka jarak tanamnya adalah 20 cm x 20 cm. namun bila bobot siung kurang dari 1,5 g maka jarak tanamnya 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 10 cm.
Untuk mendapatkan umbi bibit dan umbi konsumsi yang baik, membutuhkan benih tiap hektare 1.600 kg (jika berat siung 3 g) atau 670 kg (jika berat siung 1 g).
Pemupukan
Pupuk organik yang di gunakan yaitu pupuk kandang ayam 10-20 t/ha atau pupuk kandang kambing 30 t/ha. Pupuk N di aplikasikan 3 kali selama pertumbuhan tanaman, yaitu pada saat tanam, pembentukan tunas (15-30 hari setelah tanam), dan pembentukan umbi (30-45 hst),masing masing sepertiga bagian.
Pemulsaan
pertanaman bawang putih perlu di beri mulsa berupa jerami padi atau sisa tanaman yang telah mati. pemulsaan hanya dilakukan pada musim kemarau.
Pengairan
1.pada awal pertumbuhan,frekuensi pengairan 2-3 hari sekali sesuai dengan kebutuhan.
2. pada masa pembentukan tunas sampai dengan pembentukan umbi, pengairan di lakukan 7-15 hari sekali dengan cara yang sama.
3. pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen tidak di lakukan pengairan.
Pemeliharaan
penyiangan gulma yang di ikuti dengan perbaikan bedengan di lakukan dengan selang waktu 20-30 hari atau di sesuaikan dengan pertumbuhan gulma.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan
hama dan penyakit utama bawang putih adalah Thrips tabaci yang dapat menimbulkan kerusakan sebesar 80%, Spodoptera exigua, Fusarium sp., Alternaria porii dan Onion yellow dwarf virus. pengendalian OPT dianjurkan dengan menerapkan pengendalian hama terpadu(PHT), yaitu menggunakan benih sehat,musuh alami,kultur teknis,perangkap hama,sanitasi lingkungan,dan aplikasi pestisida berdasarkan ambang pengendalian.pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan benar,baik pemilihan jenis,dosis,volume semprot,cara aplikasi,interval maupun waktu aplikasinya.
dpkp / Bawang Putih / 2019-05-15 04:00:03 UTC