Bantu Petani Brebes, Bupati Brebes Minta 9000 ASN Beli Beras dari Perum Bulog


dpkp / serap gabah / 2021-05-24 08:17:38 UTC

Pada Hari Kamis, 19 Mei 2021 Pemerintah Kabupaten Brebes dengan Perum Bulog melaksanakan MoU / Kerjasama terkait penyediaan beras bagi ASN melalui serap gabah petani (sergap) yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Kabupaten Brebes yang dihadiri oleh Direktur Perum Bulog, Bulog Subdivre Pekalongan, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, OPD terkait, Kabag Sekda dan Perwakilan Camat. Untuk membantu penyerapan beras petani, Pemkab Brebes meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya berkontribusi terhadap sektor pertanian di Kabupaten Brebes. Yakni, ASN membeli beras hasil panen padi petani Brebes melalui Perum Bulog.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Ir. Yulia Hendrawati, M.Si dalam laporannya menyampaikan, program Sergap mandiri berawal dari keprihatinan terhadap nasib petani di Brebes yang mengalami kesulitan dalam memasarkan produk pertanian khususnya gabah di masa panen raya.

"Di satu sisi, keberhasilan program peningkatan produksi pertanian, baik melalui program penambahan luas tanam, subsidi benih dan teknologi telah menaikan hasil produksi secara signifikan. Sementara kebutuhan pokok sesuai jumlah penduduk relatif stabil, sehingga kelebihan stok gabah yang cukup banyak," terangnya. Lanjut Yulia, ketidakseimbangan antara suplai dan demand atau penawaran dan permintaan ini, berimbas pada merosotnya harga gabah di tingkat petani dan kesulitan dalam mencari pasar. Seperti masa panen pada Maret dan April harga gabah merosot cukup tajam hingga Rp 3.200 per kilogram gabah kering, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah HTP yaitu Rp 4.200 per kilogram, akibatnya petani kesulitan ekonomi dan dampaknya kesulitan modal untuk bertanam selanjutnya. "Program ini sebagai upaya untuk menstabilkan harga gabah petani dan mengurangi ketergantungan kepada tengkulak yang selama ini menguasai pasar," ucapnya. Mekanismenya, kata Yulia, DPKP akan memetakan potensi panen tiap bulan di 17 Kecamatan dengan mengumpulkan Poktan maupun Gapoktan, hasil yang layak akan dibeli Bulog kemudian diolah dan dikemas menjadi beras kualitas premium.