Petani Brebes Kembali Menerima 90 Bantuan Alat Mesin Pertanian


dpkp / Bantuan Alsintan / 2019-11-28 01:07:09 UTC

Petani Kabupaten Brebes Kembali Menerima Bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Kali ini 90 unit alsintan dibagikan kepada masing-masing kelompok tani. Di antaranya, traktor roda empat, traktor roda dua, handsprayer, kultivator dan pompa air.

Bantuan diberikan langsung oleh anggota DPR RI Agung Widyantoro dan Kepala Dinas Pertanian Ir. Yulia Hendrawati M.Si kepada Kelompok Petani di aula dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes. Rabu (27/11/2019).
Kepala Dinas Pertanaian Ir. Yulia Hendrawati "Mengapresiasi atas perhatian yang diberikan anggota DPR RI, Agung Widyantoro yang memberikan bantuan sebanyak 90 alsintan bagi kelompok tani untuk mendukung peningkatan produksi hasil pertanian“ Petani di sini memang sangat membutuhkan alsintan karena agara biaya produksi lebih efesien dan lebih modern. Maka untuk meningkatkan produksi hasil pertanian pangan, selain bantuan alsintan, juga diharapkan adanya pelatihan keterampilan penggunaan alat tersebut ,”ujar Kepala DPKP Brebes Yuli Herawati.

Di sisi lain, Brebes juga telah dinyatakan sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Tengah. Hal itu jelas membutuhkan dukungan peralatan pertanian yang memadai.

“Adanya bantuan alsintan ini, nantinya jelas sangat bermanfaat bagi petani. Sehingga, produktivitas hasil pertanian bisa meningkat. Untuk saat ini, rata-rata lahan sawah bisa menghasilkan 6 ton per hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Agung mengatakan, sebagai upaya membangun Indonesia dari daerah pinggiran dan mewujudkan desa yang maju, pihaknya membagikan puluhan unit alsintan tersebut. Tujuannya, untuk meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya produksi para petani di desa.

Bahkan, lantaran sasarannya sebagian ada petani bawang, maka pihaknya juga memberikan alat pengolahan lahan khusus bagi tanaman bawang.

“Ketika petani di Brebes ini sudah mampu meningkatkan produksi dan menekan biaya produksi, target kami selanjutnya adalah menciptakan kembali swasembada pangan. Ketika ini tercapai, maka kesejahteraan petani akan meningkat dan desa akan maju,” jelasnya.

Menurut dia, para petani melalui kelompok tani yang menerima bantuan, nantinya juga akan mendapatkan pengawasan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memonitoring penggunaan alat bantaun, sekaligus untuk mengetahui hasil produksi pertanian setelah mendapatkan bantuan alat.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dalam upaya pengawasan tersebut. Para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang setiap hari bertemu petani akan melakukan pengawasan tersebut.

“Selain untuk memonitoring, pengawasan ini kami lakukan agar alat ini juga tidak hanya dikuasai oleh ketua kelompok taninya saja, tetapi dimanfaatkan bersama para anggota,” pungkasnya.