News Detail

admindpkp December 27, 2017

JENIS PENYAKIT PADA TANAMAN PADI ORGANIK DAN PENGENDALIANNYA

A. Hama Ganjur (Pachydiplosis oryzae)

Gejala: Daun padi menggulung seperti daun bawang, akibatnya padi tidak dapat menghasilkan malai.

Pengendalian:

  • Bersihkan tanaman padi dari rumput dan padi liar yang dapat menjadi tempat persembunyian atau inang alternatif.
  • Melakukan penanaman padi serempak dengan menggunakan varietas yang tahan.
  • Pengendalian dianjurkan menyemprotkan bahan aktif Karbosulfan seperti Matrix 200EC (2 ml/L) yang bekerja secara sistemik

B. Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)

Gejala: Terdapatnya imago wereng coklat pada tanaman dan menghisap cairan tanaman pada pangkal batang, kemudian tanaman menjadi menguning dan mengering.

Pengendalian:

  • Bertanam padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput-rumput liar.
  • Melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan Beauveria bassiana.
  • Menggunakan insektisida sistemik Winder 100EC (0,25-0,5 ml/L), Winder 25WP (0,125-0,5 g/L), WinGran 0,5GR ditaburkan merata.

C. Wereng Hijau (Nephotettix virescens)

Gejala: Tanaman kerdil, anakan berkurang, daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.

Pengendalian:

  • Bertanam padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput-rumput liar.
  • Melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan Beauveria bassiana.

D. Walang sangit (Leptocoriza acuta)

Gejala: Menyerang buah padi yang masak susu, buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian:

  • Bertanam serempak
  • Peningkatan kebersihan padi dari rumput liar
  • Mengumpulkan dan memusnahkan telur hama
  • Melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba, kepinding
  • Dianjurkan menyemprotkan Beauveria bassiana atau Pestisida Organik Cair pada saat gabah masak susu pada umur 70-80 hari setelah tanam dengan disemprot insektisida Greta 500EC (1-2 ml/L).

E. Penggerek Batang Padi Putih – Kabartani

Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).

Gejala: Menyerang batang dan pelepah daun, pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”.

Pengendalian:

  • Menggunakan varitas tahan,
  • Meningkatkan kebersihan lingkungan padi
  • Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati
  • Membakar jerami
  • Semprotkan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
  • Menggunakan insektisida WinGran 0,5GR (8-12 kg/hektar) dengan ditaburkan dicampur pupuk saat pemupukan pertama/dasar
  • Penyemprotan dengan Matrix 200EC (2 ml/L) dan Trisula 450SL (0,5-1,5 ml/L) secara bergantian sejak tanaman padi berumur 2 minggu setelah tanam sampai malai padi keluar semua dengan interval 7-10 hari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *