News Detail

admindpkp December 27, 2017

JARWO UNTUK SWASEMBADA

Upaya menyukseskan program  pemerintah dalam mencukupi ketersediaan pangan bagi masyarakat melalui  swasembada padi, jagung, kedele (Pajale) ditambah bawang, aneka cabe. daging sapi, dan gula di Tahun 2016 perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait, khususnya penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam pencapaian program. Peran penyuluh sangat besar dalam melaksanaka.n pengawalan dan pendampingan program andalan Kementerian Pertanian ini, lerutama swasembada beras, melalui penambahan luas tambah 1anam dan peningkatan produktlfitas.

Peningkatan produksidari penambahan areal luas tambah tanam sulit untuk dilaksanakan berkaitan dengan keberadaan lahan yang telah dimanfaatkan dengan pertanaman tamaman pangan termasuk lahan di bawah tegakan dengan peningkatan indek pertanaman. Guna mencapai target produksi yang ditetapkan dapat diupayakan melalui peningkalan produktfitas yang pada akhirnya akan meningka kan produksi di Kabupalen Brebes.

Peningkatan produktfitas tanaman padi selain dientukan oleh faktor genetiknya juga ditentukan oleh penerapan Teknologi sistim budidaya yang gunakan dan komponen pendukung. Peningkatan  produksi  padi  beberapa  lahun terakhir  agak  lambal, hal  lni  banyak  faktor yang menyebabkan, dan salah satunya adalah sistim lanam yang selama inidilaksanakan petanidengan sistim acak/sebaran dan sistim ubin.Teknologi sislim tanam yang telah dikembangkan dan nyata dapat meningkatkan produksi lanaman padi, namun sekarang ditinggatkan petani adalah sistim tanam model”]ajar legowo”atau biasa disingkat •Jarwo”.

Mengapajajar legowo?
Ya, jajar legowo. Pada umumnya petani tahu bahwa tanaman tepigaleng/pematanglebihbaik dan produktif dibanding tanaman yang ada di tengah petakan akibat dari efek tanaman plnggir, turbulensl udara, peningkatan C02. dan peningkatan fotosintesa. tetapl dalam kenyataan mereka belum mau menerapkan dalam bercocok tanam padi model ini dengan berbagai alasan. Dengan kelebihan tersebut pemerintah merekomendasikan anjuran teknologi jajar legowo  sebagai komponen untuk mencapai peningkatan produktivitas .

Manfaat Jajar Legowo
Jajarlegowo adalah sislim tanam padi dengan beberapa baris lanaman,kemudian diselingi 1(satu) baris kosong (tanpa tanaman),dimana jarak tanam datam barisan tanaman tepi/pinggir Y,(setengah) dari jarak tanam antar barisan,sehingga jumtah tanaman tepilebih banyak. Dengan sistim tanam modeljajar legowo ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh, diantaranya :

1.    Populasi leblh banyak
Peningkatan  jumlah  populasi  rumpun  per satuan luas tergantung jarak tanam dan besar kecilnya angka pembanding antara jumlah baris dengan lorong/baris kosong. Penggunaan jarak tanam (antar dan dalam barisan) yang digunakan mengacu pada tingkat kesuburan tanah.Semakin subur tanah maka jarak tanam semakin luas.

Dalam sistim legowo populasi tanaman/rumpun dipengaruhi angka pembanding, semakin kecil angka pembanding maka semakin tinggi populasi rumpun.

 a. Jajar legowo 2 :1
Jajar legowo 2 : 1, artinya setiap 2 baris tanaman diikuti dengan 1baris kosong,begitu seterusnya sampailahan tertanami semua. Dengan jarak tanam tegelfubin 25 x 25 x 1cm terdapat 160.000 rumpun/Ha, sementara denganlegowo 2 :1 (25 x 12.5 x 50 x 1cm) populasi kurang lebih 213.300 rumpunlHa. angka tersebut berasal darl 160.000 rumpun + (1/3 x 160.000)
b. Jajar legowo 3: 1 Dengan pengertian set ap 3 (tiga) baris tanaman diikuti dengan 1 (satu) baris kosong, jumlah  populasi  kurang  lebih  200.000 rumpun Ha.dari  160.000  rumpun  +  (114  x 160.000)
c.  Jajar legowo 4 :1
Setiap 4 (empat) baris tanaman diikuti 1(satu) baris  tanaman  kosong.  jumlah  populasi
tanaman kurang lebih 192.000 rumpun/Ha. dari 160.000rumpun +(115 x 160.000).

2.    Produksi Meningkat
Dengan jumlah populasl tanaman tepl/plngglr lebih banyak dan memilikl produksl yang lebih  baik dari tanaman tengah pelakan, maka model tanam jajar legowo memiliki produksi lebih tinggi dibanding dengan model lainnya.

3.    Kualitas    gabah    lebih   baik    dan    mengurangi gangguan hama dan penyakit
Dengan efek tanaman pingglr, turbulensl udara, peningkatan C02, dan peningkatan fotosintesa. kondisi tanam akan memiki fisik yang baik dan menghasilkan anakan produktif yang lebih banyak yang pada akhirnya menghasilkan gabah yang berkualitas dan penyakit tanaman kurang berkembang serta kondisilahan yangterbuka membuat hidup hama tikus kurang nyaman dan mencari lahan yang tertutup pertanaman.

4.    MempermudahPemeiharaan
Dengan baris kosong yang lebar  akan me mbuat nya ma n dala m mela kuka n pengamatan, pemeliharaan dan kegiatan lain termasuk membenamkan rumput.

5.    Hemat pupuk
Pelaksanaan pemupukan dilakukan pada antar tanam, dimana sistim legowo jumlah antar baris berkurang sedlklt.

Dukungan komponenlain Upaya peningkatan produksi melalui model tanam jajarlegowo tidak akan terwujud apabila tidak didukung dengan komponen yanglain,diantaranya :
1.    Pengelolaan  lahan    (kesuburan  dan proses pengolahan tanah)
2.    Kualitas benih dan tanam bibit Muda (Bibi!muda berpotensianakanlebih banyak)
3.    Pengelolaan  air  (kecukupan  air yang  dikelola dengan sistimberselang)
4.    Pemupukan berimbang (ima tepat) dengan siklus unsur hara tanah
5.    Pengamatan    dinl,   pengenalan    OPT    dan perubahan cuaca
6.    Panen dan pasca panen (menekan kehilangan hasil),dan lain·lain.
Keandalan teknologi Jajar legowo dalam peningkatan produksitanaman padi memang sudah t dak diragukanlagipada semua padi varetas unggul yangdibudidayakan petani sesual potensigenetiknya dengan egroekosistem yang mendukung. Teknologi tepat  guna   bisa   lebih  berdaya  guna  apabila dipadukan secara sinergis dengan teknologi lain, seperti pengelolaan tanaman terpadu.Untuk itu guna mempercepat diseminasi teknologi ke petani perlu upaya gerakan percepatanyang melibatkan berbagai unsur masyarakat.•

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *