PENGENDALIAN HAMA TERPADU WERENG COKLAT

Ditulis pada Jumat, 28 Jul 2017 oleh: DPKP

Pengendalian hama terpadu adalah sistem pengendalian populasi hama dengan menerapkan berbagai cara pengendalian yang serasi dalam suatu kesatuan program sehingga populasi hama dapat ditekan di bawah tingkat yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi, dan aman terhadap lingkungan. Teknologi yang digunakan harus benar-benar yang menguntungkan petani.

Khusus dalam pengendalian hama wereng coklat dan penyakit-penyakit virus yang ditularkan, akan dilaksanakan empat cara pengendalian utama yaitu pengaturan pola tanam, penanaman varietas unggul tahan wereng (VUTW), eradikasi dan sanitasi,  dan penggunaan Insektisida secara bijaksana. Keempat cara terdapat harus dipadukan dalam suatu kesatuan program yang dilaksanakan secara mantap, menyeluruh dan berkesinambungan. Untuk melaksanakan sistem pengendalian terpadu tersebut, diperlukan berbagai langkah-langkah terkoordinasi antara berbagai instansi yang bersangkutan.

Pengaturan Pola Tanam

Cara-cara pengaturan pola tanam yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama wereng coklat dan penyakit virus yang ditularkannya adalah tanam serentak, pergiliran tanaman, dan pergiliran varietas tahan.

Tanam Serempak

Dengan tanam serentak diharapkan tidak terjadi tumpang tindih generasi hama sehingga populasi wereng coklat tidak mempunyai kemampuan untuk berkembangbiak, terus menerus, memudahkan pengamatan dan apabila diperlukan memudahkan penentuan saat aplikasi insektisida dan lebih menjamin efektivitas aplikasi insektisida. Dengan demikian aplikasi insektisida tidak perlu diulang-ulang.

Tanam serentak dapat membantu memutuskan tersedianya makanan hama karena adanya periode tidak ada tanaman (Bera) pada saat pengolahan tanah diantaranya dia periode tanam, sehingga populasi wereng coklat dapat ditekan.

Tanam serentak hendaknya dilakukan pada areal yang cukup luas sekurang-kurangnya meliputi satu petak tersier atau wilkel dengan selisih waktu tanam palingi darma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

lama dua minggu dan selisih waktu panen paling lama empat minggu. Untuk itu varietas padi yang ditanam harus yang berumur relatif sama.

Cara ini perlu ditunjang dengan ketersediaan tenaga kerja yang cukup pada saat pengolahan tanah dan panen, pengaturan air yang ketat dan dipatuhi oleh petani, serta pengaturan kebijaksanaan harga pada saat panen serentak.

 

Pergiliran Tanaman

Hama wereng coklat tidak mempunyai inang lain selain padi. Penanaman monokultur padi secara terus menerus menyebabkan tersedianya tanaman inang sepanjang tahun yang memungkinkan berkembangnya populasi wereng coklat. Oleh karena itu, usaha untuk memutus ketersediaan makanan mutlak diperlukan. Usaha tersebut antara lain dengan cara menerapkan pergiliran tanaman, yaitu sekurang-kurangnya satu kali menanam non padi atau dibiarkan bera selama satu sampai dua bulan setiap tahun

Komentar: 0 Bagikan: Share on Google+ Cetak: Kategori: Berita Daerah, Pertanian

Jenis Penyakit Pada Tanaman Padi Organik dan Pengendaliannya

A. Hama Ganjur (Pachydiplosis oryzae) Gejala: Daun padi menggulung sepert

Konsepsi Awal Penggunaan Pestisida Kimia

Pengendalian OPT secara kimiawi adalah penggunaan pestisida kimia untuk mengenda

JARWO UNTUK SWASEMBADA

Upaya menyukseskan program  pemerintah dalam mencukupi ketersediaan pangan


Tinggalkan Komentar


Profil poktan

Profil Keompok Tani A There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don't look even slightly

Aspirasi Masyarakat

Poling

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Integer posuere erat a ante.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Statistik Pengunjung

  • 28314 Total Pengunjung
  • 1200 Unique Visitors
  • 30 Jumlah konten
  • 196.97.24.1 IP Anda
  • 04:29, 23/11/2017 Mengakses Sejak