Menteri Pertanian Pastikan Stok Jagung Nusantara Aman

206

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melaksanakan Panen Jagung Nusantara bersama empat Gubernur dan 26 Bupati di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Rabu (29/9). Kegiatan ini untuk membuktikan stok jagung aman.

Kegiatan panen jagung nusantara yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) ini dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional. Juga memastikan dan mengoptimalkan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bahan pakan ternak dalam negeri secara mandiri.

Panen jagung nasional berlangsung hingga akhir tahun 2021, dimana prakiraan luas panen September ini 299.059 hektare dengan produksi 1,21 juta ton. Pada Oktorber 230.157 hektare perkirakaan produksi mencapai 916.759 ton jagung. Kemudian November dengan luas 207.264 hektare perkiraan produksi 1 juta ton jagung dan Desember seluas 197.265 hektare dengan produksi diperkirakan 881.787 ton.

“Panen jagung di Grobogan ini mewakili gerakan pertanian khususnya jagung yang ada di seluruh Nusantara. Presiden Jokowi memerintahkan kepada saya untuk turun ke lapangan panen jagung nusantara. Panen hari ini membuktikan jagung ada dimana-mana. Produksi jagung nasional kita tahun 2021 ini diperkirakan over stok 2,85 juta ton,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) pada acara panen jagung nusantara di Kabupaten Grobogan dan panen serempak di seluruh wilayah Indonesia secara virtual, Rabu (29/9)

Mentan Syahrul mengungkapkan berdasarkan data prognosa Kementan dan BPS, luas panen jagung nasional Januari-Desember 2021 adalah 4,15 juta hektar. Produksi bersihnya sebesar 15,79 juta ton jagung. Kebutuhan jagung setahun untuk pakan, konsumsi, dan industri pangan totalnya 14,37 juta ton. Sehingga dengan menambahkan stok akhir Desember 2020 (carry over) sebesar 1,43 juta ton, diperoleh stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton .