Ganjar Pranowo Ingatkan Pada Petani Brebes untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah

135

DPKP Brebes – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau sentra bawang merah di Desa Krasak, Brebes, Kabupaten Brebes, Rabu (14/9/2022). Soal produktivitas bawang merah di Brebes menurun sehingga membuat harga harga bawang merah mahal. Ini saya cek karena harga bawang merah kok kontribusi pada inflasinya tinggi sekali. Ternyata produksinya di sini juga tidak terlalu optimal,”Ujar Ganjar setelah berdialog dengan Gapoktan Umbul Makmur Wiyono, Desa Krasak, Brebes.

Saat berdialog dengan petani, Ganjar menpertanyakan penurunan produktivitas bawang merah di desa krasak setelah melihat ke lahan yang hendak di panen itu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya kerusakan lahan pertanian, seperti berkurangnya unsur hara tanah menjadi keras. Faktor cuaca juga mempengaruhi turunnya produksi komoditas ini.

Dari pengakuan petani semua sudah menyadari dan menyampaikan informasi berkurang produktivitasnya. Tugas kita sekarang mengembalikan unsur hara tanah,” Ujar Ganjar.
Kita harapkan nanti kampus juga dilibatkan. Nanti generasi mudanya, Poktan, dan Gapoktan, kita siap untuk melatih mereka. Tujuannya agar tanah ini bisa dijadikan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan, bisa padi, bawang merah. Ganjar juga mengingatkan petani untuk tidak berlebihan menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Pungkasnya”

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes, Ir. Yulia Hendrawati. M.Si, membenarkan soal kerusakan tanah di wilayahnya Untuk produktifitas memang kami mengakui semakin lama semakin menurun. Karena, pertama pemakaian pestisida kimia yang secara terus menerus sehingga ada de-efisiensi unsur hara. Penggunaan zat zat kimia yang berlebihan ini juga merusak struktur tanah,” ujarnya

Seperti banyak diketahui, petani di Brebes ini merupakan petani yang sewa lahan, sehingga tidak memperhatikan kerusakan tanah. Meski tanah kurang bagus, mereka menutup dengan menambahkan porsi pupuk atau dosis pupuk supaya hasilnya banyak. Ini akan menyebabkan kerusakan lahan,” Ujar Yulia.
(wd)